Monday, 18-Dec-2017

Agenda PDGI

ARTICLE PDGI

Mulut sebagai Alat Pencernaan Manusia

Posted 2013-05-14 | Dwi Andriani, drg.

Mulut manusia sebagai salah satu organ dalam sistem pencernaan manusia, memiliki bagian-bagian yang memunyai fungsi berbeda-beda, pada kesempatan ini kita akan belajar mengenai mulut dan bagian-bagiannya serta fungsinya dalam sistem pencernaan manusia.

 

Mulut merupakan satu-satunya bagian saluran pencernaan yang berada di luar dan dapat dilihat, sehingga Anda dapat menunjukkan dan mengamatinya secara langsung. Di dalam mulut terdapat gigi, lidah, dan kelenjar ludah. Apa kegunaan masing-masing alat tersebut? mari kita lihat pada uraian berikut ini.

bagian-bagian mulut

.

A.    GIGI

Gigi merupakan alat pencernaan makanan yang sangat penting karena dapat membantu alat-alat pencernaan dalam yang lain untuk melumatkan makanan. Gigi yang baik dan sehat berwarna putih dan tidak berlubang. Gigi mempunyai peranan antara lain seperti berikut.

1.    Estetika

Gigi dapat membentuk wajah kita, sehingga amat berpengaruh dalam menentukan kecantikan dan ketampanan seseorang. Coba teman-teman perhatikan seseorang yang memiliki gigi seri yang terlalu ke depan. Bagaimana kesan yang teman-teman dapatkan dari orang tersebut? Gigi yang menjorok ke depan atau disebut protruksi akan membuat kesan muka kurang indah sehingga bisa membuat seseorang minder. Coba teman-teman lihat juga seorang nenek yang giginya sudah habis karena tanggal semua. Bagaimana wajahnya?

Nah, dari kenyataan inilah kita mengetahui ternyata gigi penting sekali dalam memperindah wajah seseorang dan secara tidak langsung dapat berpengaruh secara psikologis sehingga kadang-kadang seseorang memasang gigi palsu untuk tampil lebih sempurna.

2.    Untuk Menghancurkan Makanan

Peranan ini dilakukan oleh macam-macam gigi, antara lain:

a.    Gigi seri berfungsi untuk memotong makanan;

b.    Gigi taring berfungsi untuk mengoyak makanan;

c.    Gigi geraham berfungsi untuk mengunyah makanan.

Dengan fungsi itu menyebabkan enzim pencernaan dapat bekerja dengan baik.

3.    Membantu dalam Berbicara

Adanya tekanan gigi seri ke permukaan lidah dapat memperjelas suara yang dihasilkan. Coba perhatikan seorang nenek yang sudah tua dan mengalami ompong gigi, saat berbicara akan menghasilkan suara yang tidak jelas.

Gigi terdiri atas tiga bagian berikut :

a.    Mahkota Gigi

Bagian ini merupakan bagian yang dapat terlihat berada di dalam rongga mulut, berfungsi untuk menghancurkan makanan. Untuk masing-masing gigi, yaitu gigi seri, taring, dan geraham memiliki bentuk mahkota yang berbeda-beda. Gigi seri berbentuk persegi seperti pahat, gigi taring berbentuk seperti kerucut dan geraham berbentuk agak silindris, permukaan tengahnya melekuk dan mendatar.

Lapisan paling luar dari mahkota gigi ini disebut email, yang berwarna putih dan terdiri atas 98% zat mineral, sehingga bersifat sangat keras. Lapisan email tidak memiliki saraf sehingga tidak terasa sakit walaupun tertekan. Bagian yang lebih dalam dari email adalah tulang gigi atau dentin. Dentin berwarna kuning dan mengandung 70% zat mineral. Lapisan dentin ini juga masih keras, lebih keras daripada tulang manusia, karena tulang hanya mengandung 40% zat mineral.

Di bagian lebih dalam dari dentin terdapat rongga gigi yang disebut pulpa, yang berisi serabut saraf dan pembuluh darah. Jaringan pulpa inilah yang memberikan kehidupan pada gigi. Bila pulpa mati atau rusak maka gigi juga menjadi mati dan mati rasa. Bagian dentin dan pulpa menghubungkan sampai ke akar gigi.

Seseorang yang giginya berlubang, jika lubang tersebut sampai pada bagian pulpa ini, maka akan merasakan sangat sakit jika terkena rangsangan mekanik dari luar.

b.    Leher Gigi

Bagian ini merupakan batas antara mahkota gigi dengan akar gigi dan terlindung oleh gusi.

c.    Akar Gigi

Bagian ini merupakan bagian gigi yang tertanam di dalam rahang. Pada ujungnya banyak mengandung serabut saraf dan pembuluh darah. Bagian luar dari akar gigi disebut semen atau sementum. Di dalam sementum tertanam ujung ribuan serat yang mengikat gigi pada tulang rahang. Serat-serat pengikat ini bersama dengan jaringan ikat lainnya membentuk jaringan periodontal. Jaringan ini berfungsi sebagai bantalan gigi sehingga dapat meredam tekanan sewaktu sedang mengunyah. Bagian-bagian gigi ini dapat kita lihat pada gambar berikut.

bagian-bagian gigi

.

Gigi yang pertama kali tumbuh adalah gigi susu atau sulung, umumnya gigi susu muncul saat bayi berusia 6 bulan. Gigi pertama yang muncul biasanya gigi seri terlebih dahulu, kemudian gigi taring, akan muncul pada umur 18 bulan dan terakhir gigi geraham kecil pada usia 24 bulan. Gigi susu ini sifatnya hanya sementara, karena setelah anak besar nanti akan diganti oleh gigi permanen atau dewasa.

Gigi susu berjumlah 20 buah, dengan perincian sebagai berikut.

1.    Gigi seri atas                        : 4 buah

1.    Gigi seri bawah                     : 4 buah

2.    Gigi taring atas                      : 2 buah

2.    Gigi taring bawah                  : 2 buah

3.    Gigi geraham kecil atas         : 4 buah

3.    Gigi geraham kecil bawah     : 4 buah

Struktur gigi susu dapat dirumuskan sebagai berikut :

rumus gigi susu

Agar lebih jelas, perhatikan gambar struktur gigi susu di bawah ini.

struktur gigi susu

Sedangkan Gigi permanen tumbuh juga bertahap. Pada umur 6 tahun tumbuh 4 buah geraham tetap, yang masing-masing terletak di bagian kiri dan kanan rahang atas dan bawah. Pada umur 8 tahun gigi seri permanen menggantikan gigi susu. Pada umur 9 hingga 12 tahun gigi geraham permanen akan tumbuh menggantikan geraham sulung. Pada umur 12 tahun, gigi taring permanen baru tumbuh.

Usia 18 tahun ke atas masih ada gigi yang akan tumbuh gigi geraham ketiga atau disebut dengan gigi bungsu.

Gigi permanen pada orang dewasa berjumlah 32 buah dengan perincian sebagai berikut.

1.    Gigi seri atas                        : 4 buah

1.    Gigi seri bawah                     : 4 buah

2.    Gigi taring atas                      : 2 buah

2.    Gigi taring bawah                  : 2 buah

3.    Gigi geraham kecil atas         : 4 buah

3.    Gigi geraham kecil bawah     : 4 buah

4.    Gigi geraham kecil atas         : 6 buah

4.    Gigi geraham kecil bawah     : 6 buah

Struktur gigi permanen dapat dirumuskan sebagai berikut :

rumus gigi permanen

Agar lebih jelas, perhatikan gambar struktur gigi permanen di bawah ini.

struktur gigi permanen

 

B.    LIDAH

Lidah sebagian besar terdiri atas otot. Pada permukaan atas lidah banyak terdapat ribuan tonjolan kecil yang disebut dengan papilla, yang banyak terdapat rangkaian kompleks saraf yang membentuk alat indra pengecap dan peraba. Pada permukaan atas papilla terdapat selaput lendir.

Lidah seseorang berbentuk bulat memanjang. Dalam keadaan tertentu, lidah dapat dijulurkan memanjang. Lidah memiliki peranan seperti berikut.

1.    Merasakan Makanan

Pada permukaan lidah terdapat papilla-papilla yang berfungsi untuk mengenali empat rasa dari suatu makanan dan setiap rasa memiliki daerah sendiri. Daerah tersebut antara lain terlihat pada gambar berikut :

daerah perasa lidah

Keterangan :

a.    Ujung lidah merasakan manis;
b.    Bagian pangkal belakang merasakan pahit;
c.    Bagian samping depan merasakan asin;
d.    Bagian samping belakang merasakan asam.

2.    Membantu Mengunyah Makanan

Lidah seolah seperti pesilat yang mahir yang dapat membolak-balikkan makanan sehingga mudah dikunyah. Dengan lincah lidah dapat bergerak tanpa terjepit oleh gigi-gigi di dalam mulut.

Gerakan lidah yang dapat membalik makanan ini bisa membantu melumatkan makanan. Lidah juga dapat menempatkan makanan pada gigi sehingga mudah dikunyah.

3.    Membantu dalam Menelan Makanan

Perhatikan gerakan lidah kita paa saat menelan makanan. Jika kita cermati, gerakan lidah saat menelan, yaitu bagian depan lidah akan menekan langit-langit mulut dan diikuti bagian yang lebih belakang. Akibat gerakan lidah ini, maka akan dapat mendorong makanan terdorong ke dalam lambung. Lidah dapat mendorong makanan sehingga makanan akan terlempar ke dalam kerongkongan.

4.    Membantu dalam Berbicara

Untuk membuktikan fungsi lidah ini, temen-temen dapat melakukan percobaan, yaitu mengucapkan kata-kata sambil menjulurkan lidah ke luar mulut sambil dijepit dengan jari tangan. Tekanan yang diberikan antara gigi dengan lidah dapat memperjelas suara yang dihasilkan.

.

C.    KELENJAR LIDAH

Apa yang temen-temen rasakan ketika melihat makanan yang lezat atau suatu saat membayangkan rasa buah atau minuman kegemaran temen-temen? Walaupun temen-temen tidak memakannya, namun kadang-kadang dari mulut kita dapat mengeluarkan air ludah. Hal seperti ini seringkali kita alami. Di dalam rongga mulut terdapat kelenjar ludah yang berfungsi menghasilkan air ludah.

Jika melihat makanan yang lezat, maka ada rangsangan di otak kita dan impuls itu dikirim ke saraf di sekitar kelenjar ludah, sehingga kelenjar ludah akan mensekresikan ludah untuk membasahi mulut. Komponen ludah terdiri atas 98% air dan 2% lendir, garam, dan enzim ptialin.

Dalam mulut kita terdapat tiga kelenjar ludah.

  1. Sepasang kelenjar parotis yang terletak di bawah daun telinga di antara otot pengunyah dengan kulit pipi. Cairan ludah hasil sekresinya dikeluarkan melalui duktus stensen ke dalam rongga mulut melalui satu lubang di hadapan gigi molar (geraham) ke dua atas.
  2. Sepasang kelenjar submandibularis yang terletak lebih ke belakang dan ke samping dari kelenjar sublingualis. Salurannya (duktus wharton) menuju ke lantai rongga mulut di belakang gigi seri pertama.
  3. Sepasang kelenjar sublingualis yang terletak di bawah lidah, salurannya (duktus rinivus) menuju lantai rongga mulut.

Ketiga kelenjar tersebut berfungsi untuk menghasilkan air ludah, yang berfungsi untuk:

  1. Membantu memudahkan pencernaan;
  2. Mengubah amilum menjadi maltosa, yaitu enzim ptialin;
  3. Melindungi pengaruh asam dan basa;
  4. Melindungi pengaruh panas dan dingin.

Banyaknya ludah yang disekresikan oleh kelenjar ludah kurang lebih 2 liter setiap hari dan mengandung pH antara 6,5 – 6,8.

Dengan adanya alat-alat yang berada di mulut kita, maka makanan yang masuk akan mengalami perlakuan secara mekanik dan kimia. Setelah makanan hancur oleh gigi, selanjutnya makanan mengalami perlakuan secara kimiawi, yaitu adanya kandungan air dalam ludah yang dapat bereaksi dengan molekul-molekul zat makanan dan menghasilkan molekul-molekul yang lebih kecil.

Adanya enzim ptialin dapat mengubah amilum menjadi maltosa dan glukosa. Coba kunyahlah nasi beberapa saat, setelah beberapa lama nasi akan terasa manis. Hal ini disebabkan karena amilum dalam nasi diubah menjadi maltosa, yaitu sejenis gula yang rasanya manis.

Jadi, pencernaan kimiawi amilum dimulai dari mulut. Di dalam mulut, makanan mengalami dua perlakuan, yaitu sebagai berikut.

  1. Pencernaan secara mekanik, yaitu pengunyahan dengan gigi, pergerakan otot-otot lidah dan pipi untuk mencampur makanan dengan air ludah sehingga terbentuklah suatu bolus untuk ditelan.
  2. Pencernaan secara kimiawi, yaitu pemecahan zat pati (amilum) oleh ptialin menjadi maltosa. Suatu bukti ialah bila kita mengunyah nasi (zat pati), lama kelamaan akan terasa sedikit manis. Ptialin bekerja di rongga mulut dengan pH 6,3 – 6,8.



Sumber : http://www.materisekolah.com