Monday, 18-Dec-2017

Agenda PDGI

ARTICLE PDGI

Atasi Kerusakan Gigi, Ilmuwan Klaim Bisa Tumbuhkan Gigi dari Sel Punca

Posted 2013-07-11 | Tim IT PDGI

Semua orang yang pernah sakit gigi pasti paling takut jika giginya harus dicabut karena rasanya menyakitkan. Namun sejumlah ilmuwan berhasil menemukan cara baru untuk mengobati kerusakan gigi dengan menumbuhkan gigi menggunakan sel punca.

Biasanya gigi mengalami kerusakan parah ketika infeksi mengganggu proses perbaikan gigi secara alami. Tapi jika penyebabnya tak segera dihilangkan, maka proses perusakannya akan terus berlanjut. Padahal kalau infeksinya sampai mengenai enamel bagian luar dan masuk ke dalam gigi, maka infeksi itu juga akan membunuh jaringan pulpa di dalamnya, sehingga memerlukan prosedur cabut gigi atau root-canal treatment.

Pulpa ini sangat besar peranannya bagi gigi karena berfungsi sebagai pendeteksi sensasi, seperti panas, dingin, dan tekanan apapun yang mengenai gigi. Di sisi lain jaringan ini juga terkandung sel punca, sel yang dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan kembali jaringan gigi.

Untuk itu, sekelompok ilmuwan dari Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat dan Inggris berlomba-lomba mengubah sel punca menjadi jaringan pulpa yang dapat beregenerasi sendiri. Meski percobaannya masih dalam tahap awal, tapi jika teknologi ini berhasil dikembangkan maka pasien diprediksi takkan merasa sakit lagi ketika menjalani prosedur root-canal.

Walaupun keberhasilan prosedur ini baru terlihat di lab dan sejumlah percobaan yang dilakukan pada hewan seperti anjing, peneliti dilaporkan masih belum banyak melakukan eksperimen pada manusia.

Teknologi ini nantinya juga diharapkan dapat mencegah munculnya infeksi baru. Saat menjalani prosedur root-canal, bagian gigi yang terinfeksi memang dibersihkan oleh si dokter, termasuk jaringan yang mati di akar gigi, dan menambahkan segel khusus untuk mencegah infeksi baru. Tapi ternyata segel ini tak melulu berfungsi dengan baik.

Sebab gigi yang terinfeksi dan tetap berada di dalam mulut sebenarnya adalah gigi yang mati, padahal kondisi ini dapat mempengaruhi fungsi gigi seperti untuk mengunyah makanan. Hal itu juga berarti tak ada saraf hidup yang tersisa di dalam gigi untuk mendeteksi adanya kerusakan atau infeksi gigi lainnya. Tentu saja pada akhirnya infeksi baru akan mudah menyebar tanpa terdeteksi sama sekali.

"Namun konsep regenerasi pulpa secara menyeluruh adalah Anda akan mencoba dan mempertahankan satu gigi yang vital dan masih hidup. Itu artinya mekanisme pertahanan alami gigi masih ada disana," tandas Tony Smith, profesor biologi mulut dari University of Birmingham UK seperti dilansir Foxnews, Kamis (4/7/2013).

"Hanya saja kami merasa masih dalam tahapan yang sangat awal, tapi setidaknya kita akan beralih dari prosedur root-canal yang sudah usang," tambahnya.

Beberapa ilmuwan lain juga memfokuskan upayanya untuk menumbuhkan gigi baru, kendati sebagian besar mencoba untuk menumbuhkan pulpa baru di dalam enamel gigi yang bersifat keras, entah itu dengan merangsang atau mendorong sel punca atau mengendalikan proses peradangan yang terjadi di dalam sebagai respons dari sebuah infeksi.

Tapi bukan berarti para ilmuwan ini tidak menemui tantangan di tengah upayanya membuat gigi baru, karena mereka tak hanya harus memastikan jaringan yang benar tapi juga memastikan struktur jaringan yang ditumbuhkan juga tepat, begitu pula dengan bagaimana menempatkan gigi atau jaringan pulpa baru ini di dalam mulut. Hal ini dikemukakan Rena D'Souza, profesor ilmu biomedis dari Baylor College of Dentistry.

Selain itu, obat-obatan antiperadangan dan opsi untuk menanggulangi infeksi yang bisa bahu-membahu dengan prosedur baru ini terbilang masih terbatas. Lagipula walaupun teknologi sel punca telah berhasil meregenerasi jaringan gigi di dalam lab atau hewan, bukan berarti prosedur ini juga akan terbukti efektif pada manusia.

"Sel punca gigi dapat dipanen dari jaringan pulpa gigi bungsu dan gigi orang dewasa lainnya atau bahkan gigi bayi. Mereka dapat menghasilkan jaringan keras yang dibutuhkan oleh gigi seperti tulang dan jaringan lunak seperti pulpa," imbuh Dr. Souza yang juga mantan presiden American Association for Dental Research ini.

Dr. Souza dan rekan-rekannya dari Baylor University dan Rice University, AS berupaya menumbuhkan pulpa kembali dengan menggunakan protein kecil bernama hidrogel. Senyawa yang berbentuk seperti gelatin ini nantinya akan disuntikkan ke dalam gigi dan berfungsi sebagai tempat tumbuhnya sel-sel pulpa, pembuluh darah dan saraf tumbuh.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan bulan November 2012, para peneliti ini mengklaim berhasil mendemonstrasikan regenerasi pulpa di dalam gigi manusia di lab. Mereka pun berencana akan mengujicoba hidrogel ini pada anjing. Selain itu, peneliti juga tengah mencari potensi hidrogel untuk menanggulangi peradangan gigi

 

sumber : http://health.detik.com